Menumbuhkan Nasionalisme Melalui Literasi Sejarah: Catatan dari LCCM Sleman 2026

Godean – Museum bukan sekadar gedung penyimpanan artefak bisu, melainkan laboratorium sejarah yang hidup bagi para peserta didik. Hal ini terbukti nyata pada Kamis, 23 April 2026, saat Aula Museum Gunungapi Merapi (MGM) menjadi saksi bisu ketajaman intelektual generasi muda Sleman dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman ini diikuti oleh delegasi dari 53 SMP/MTs di seluruh penjuru Sleman. Setelah melalui fase penyisihan yang ketat di Aula Pangripto Bappeda pekan lalu, tim-tim terbaik akhirnya dipertemukan di babak semifinal dan final yang bertempat di lereng Merapi.

Museum sebagai Ruang Belajar Kontekstual

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Disbud Sleman, Bapak Joko Dwi Haryadi, menekankan pentingnya pembelajaran di luar kelas. Beliau menyampaikan bahwa pemilihan MGM sebagai lokasi final adalah upaya strategis untuk mendekatkan siswa secara fisik dan emosional dengan objek sejarah serta geologi.

“Museum adalah sarana edukasi yang dinamis. Melalui LCCM, kita berharap peserta didik tidak hanya sekadar menghafal angka tahun, namun mampu meresapi nilai perjuangan serta menguatkan identitas budaya di tengah arus modernisasi,” tutur beliau.

Uji Kompetensi dan Karakter Siswa

Kompetisi tahun ini hadir dengan bobot materi yang menuntut kedalaman literasi siswa, meliputi:

  • Sejarah Nasional dan Lokal Yogyakarta: Menggali akar perjuangan bangsa dan kearifan lokal.

  • Permuseuman: Memahami kekayaan koleksi Museum Nasional dan jaringan museum di DIY.

  • Cagar Budaya: Menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap warisan budaya di wilayah Sleman.

Dalam babak final, kita tidak hanya melihat adu kecerdasan, tetapi juga kematangan karakter. Sembilan tim yang lolos semifinal diuji kemampuan komunikasinya melalui sesi public speaking serta ketangkasan berpikir cepat dalam babak perebutan.

Siswa dari SMP Negeri  1 Godean Vega Ayu Febriani kelas VII A, Teno Hastian kelas VII C dan Siti Soleha VIII D dalam babak final mendapatkan raihan juara II (dua) tingkat kabupaten Sleman. Harapan Kita bersama, anak-anak dari SMP Negeri Godean bisa maju ke tingkat Provinsi bahkan Nasional.

Kami selaku pendidik berharap, semangat kompetisi ini menular kepada seluruh siswa lainnya untuk lebih mencintai museum. Mari kita jadikan museum sebagai rumah kedua dalam belajar, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *